Posts Tagged ‘tiens group’

UNICORE TOOLS

July 6, 2009

UNICORE TOOLS

unicore

Starter Sheet

A standard way, step-by-step of doing a follow-up by system.

download

Presentation Control Sheet

Presentation is like a gate to your success in Tiens. Without Presentation your business is like having a shop but never opens for business.

Quantity of presentation is more important than the quality of the presentation. Do not wait until you have the quality to present, START NOW! This is where you keep track of your presentations monthly.

download
Core Person Control Sheet

To build a strong asset that can gives passive income in the future, duplication of core person in the group is very crucial. The more Core Persons in your group, the bigger your asset.

download

Name List

A written name list plays an important role for your success in this business. All the big businesses out there have name list, list of workers, suppliers, contractors, customers, etc. Name list is your 2nd step to build your asset in this business, the longer your name list, the larger your asset. Consult with your sponsor on “how to make name list”.

download

Vital Sign Introduction

Introduction of unicore vital sign for core person and core leader

download (English)

UNICORE MALAYSIA SCHEDULE

July 6, 2009

EM & GOPP – Kuala Lumpur (Bhs Indonesia)
GS: *8 Bpk Suharto (BMW Achiever 2009) & *8 M. Ghozali
Date : Sunday 6 February 2010
Time : GOPP 16.00 EM 19.30
Venue : At Unicore Office 5-2 Block C, Jln PJS 8/12A, Dataran Mentari, bandar Sunway
Host Couple : Ridzwan +60163093419

EM & OPP – Kuala Lumpur (Bahasa Indonesia)
Date : Hari Minggu
Time : 4.00 pm
Venue : At Unicore Office 5-2 Block C, Jln PJS 8/12A, Dataran Mentari, bandar Sunway
Host Couple : Ridzwan +60163093419

OPP (Vietnamese)Kuala Lumpur (Vietnamese)
Date : Sunday
Time : 12.30 pm (Registration 12.00pm)
Venue : At Unicore Office 5-2 Block C, Jln PJS 8/12A, Dataran Mentari, bandar Sunway
Host Couple : Nam (012-3387955), Tinh (0126847055)

NDT – Kuala Lumpur (English)
Date :
Time : 12.30pm (Registration starts at 12 pm)
Core Meeting, CM: 11 am (Requirement 3* with 8 x presentations)
Venue : Tiens Headquarters (KL), Lot GA-GC, Ground Floor Plaza Flamingo (Flamingo Hotel), No. 2, Tasik Ampang, Jalan Ulu Klang, 68000 Ampang, Selangor
Host Couple : David (017-3143154)

NDT (Vietnamese)
Date : 22/3/2009 (Sunday)
Time : 1.30 pm (Registration 1.00pm)
Core Meeting, CM: 12 pm (Requirement 3* with 8 x presentations)
Venue : Nuri 3, De Palma Hotel, Jalan Selaman 1/2, Palm Square, Ampang Point, 68000 Ampang, Selangor.
Host Couple : Nam (012-3387955)

OPP – Sabah (Bahasa Indonesia)
Date : Saturday
Time : 2 pm
Venue : Jungle Park Lahad Datu
Host Couple : Noraini (+60135579727)

OPP – Brunei (Bahasa Indonesia)
Date : Sunday
Time : 7.30 pm
Venue : Tiens Brunei Branch, Block B, Unit 11, Warisan Mata-Mata Kompleks, Simpang 322, BE1718 Gadong, Bandar Seri Begawan, Brunei
Host Couple : Mohammad Nabil (+6738825711) & Achmad Suhendar (+6738148998)

NDT – Brunei (Bahasa Indonesia)
Date :
Time : 7.30 pm
Venue : Tiens Brunei Branch, Block B, Unit 11, Warisan Mata-Mata Kompleks, Simpang 322, BE1718 Gadong, Bandar Seri Begawan, Brunei
Host Couple : Mohammad Nabil (+6738825711) & Achmad Suhendar (+673814899)

Meeting Schedule for 2009

OPP (Open Plan Presentation) – an open presentation for all
GOPP (Grand Open Plan Presentation) – OPP that is attended by invited guest speakers from outstation (Usually 8* and above)
NDT (Network Development Training) -basic training on how to do this business the right way
Qualified Event
CM (Core Meeting) – Special for those who are min 3* and have done 8x presentation s in the past 1 month (or 2x / week), normally will be held 1 hour before NDT.
EM (Exclusive Meeting) – Special for those who are min 3* and have done 15x presentations personally in the past 1 month (1 on 1 and home meeting)

Changes in schedule are frequent (and sometimes we don’t have the exact info) so please confirm with the contact person / host couple of that meeting to confirm

Aisya : TKW SUKSES DI TIANSHI

July 5, 2009

TKW Ingin jadi Majikan

tkw
Saat ini Asiya tinggal di Malang, Jawa Timur bersama suami dan anaknya. Asiya kembali ke Hongkong ketika sedang membantu jaringannya mengembangkan Tianshi. ” Mereka harus segera pulang dan cepat pensiun dari pekerjaan mereka saat ini sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW),” kata Asiya

ASIYA mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dengan reward Mercy yang diterimanya. “Alhamdulillah, luar biasa sekali. Saya tidak bisa mernbayangkan bisa naik Mercy. Nyaman rasanya, mantap dan tidak ada goyangan sama sekali,” kata Asiya ketika menikmati Mercy C230 Sport sebagai reward Luxury Car dari Tianshi.

Sebelum menggeluti bisnis Tianshi, Asiya adalah seorang TKW. “ Dulu yang namanya TKW hanya dipandang sebelah mata. Kami selalu dianggap lebih rendah, jika lantai itu kotor, kamu lebih kotor lagi. Bahkan terkadang pakai ditendang segala, Tetapi kami yakin, Allah yang menetapkan derajat manusia,” kata Asiya.

Asiya bergabung dengan Tianshi pada akhir 2003 dan mulai aktif Januari 2004. AwaInya, Asiya mengaku belum mendapat gambaran sama sekali bagaimana cara menjalankan bisnis ini. “ Saya memulai bisnis ini dari Hong Kong, tempat saya menjadi TKW. Tianshi telah memberikan masa depan yang cerah. Dulu saya ini bukan siapa‑siapa,” kata Asiya.

Adalah Ice Sofiatullah yang mengenalkan Tianshi kepada Asiya. Menurut Asiya, Ice bersama Ustadz Jujun Junaidi telah berjuang keras dalarn mernotivasi TKW yang ada di Hong Kong. “Mereka mernbuat kami menjadi keras dan termotivasi untuk sukses. Alhamdulillah, kami mendapatkan kekuatan dari mereka berdua, apapun yang terjadi saya lakukan di sana,” kata Asiya.

Pada waktu itu, sebetulnya Ice tidak bermaksud berbisnis. la hanya mengadakan pengajian rutin yang diaclakan oleh majlis taklim. Asiya adalah anggota majlis taklim tersebut. Tujuan Asiya ikut majlis taklim yang berada di bawah Konsulat jenderal RI itu hanya ingin belajar.

Asiya termasuk anggota majlis taklim yang aktif sampai dijuluki sebagai juru kunci mushola. Asiya tidak sungkan‑sungkan membersihkan karnar mandi dan wc. “Alhamdulillah, sekarang ada di sini. jika dulu saya mencabut rumput‑rumput mushola, nanti saya akan mencabut rumput surga,” kata Asiya.

Pada pengajian itulah Asiya dikenalkan Tianshi karena ia menanyakan cara menyelesaikan utang. Asiya mengaku bahwa dirinya bersama teman‑teman pernah melakukan usaha dan bangkrut. “ Saya hanya dipresentasi selama 10 menit. Lalu saya ngak bisa tidur karena memikirkan Tianshi. Saya pun mengejar Ibu Ice yang semula ragu‑ragu mengenalkan Tianshi kepada, kami,”kata Asiya.

Tetapi, Asiya sudah bertekad mengubah nasib. Ice tidak banyak bicara, ia hanya mengatakan Aisya harus berhasil dan bisa mengangkat derajat teman-teman dan deraiat orang tua. “ Alhamdulillah, saya mejadi orang pertama yang mengangkat derajat teman‑teman TKW,” kata Asiya. Setelah rnengenal para TKW sekarang lagi membicarakan apa yang terjadi saat ini atau pun tentang majikan‑majikan mereka. Kini para TKW Iebih banyak berbicara tentang masa depan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak‑anak. “ Seperti orang‑orang bisnis, teman-teman sudah berubah,” kata Asiya.

Asiya sudah enarn tahun menjadi TKW di Hong Kong. Ia bergabung dengan Tiansh setahun sebelum pulang ke Indonesia. Ketika itu belum ada alat bantu dan support system yang mendukung pengembangan bisnis. “Saya itu, saya nggak tahu kalau perkembangan bisnis Tianshi Indonesia sudah begitu pesat,” kata Asiya.

Menjalankan bisnis Tianshi di Hong Kong awaInya memang sulit. Karena, sebagai TKW dilarang menjalankan bisnis. Menurut Asiya, TKW tidak boleh memiliki penghasilan selain sebagai TKW. “ Pernah suatu ketika, produk kami disita polisi. Jika ketahuan kan menjalankan bisnis, bisa dihukum dan dipulangkan,” kata Asiya. Asiya terpaksa mernbuat home meeting di dekat tempat sampah, dipinggir laut atau di kebun. Perternuan dilakukan dua minggu sekali ketika libur kerja. “Pernah suatu saat ada pemblokiran tempat pertemuan dan sempat dikejar polisi. Kami juga sempat mengadakan pertemuan ditengah kebun dan dalam keadaan hujan, jadi menggunakan payung sambil berdiri dan memegang microphone,” kata Asiya.

Asiya mengungkapkan bahwa banyak tantangan ketika awal membangun jaringan di Hong Kong. MisaInya saja, tidak ada tempat pertemuan, kehujanan, tidak saling kenal, tidak bisa menitip barang. “ Membangun jaringan di Hong Kong memang Iebih sulit. Kami hanya memiliki keyakinan bahwa Tianshi memberikan harapan. Saya dan suami saling memberi semangat. Sesama TKW juga saling menjadi motivasi untuk bisa sukses,” kata Asiya.

Pihak pernerintah Hong Kong khawatir para TKW membuat organisasi dan memberontak. ” Padahal kami hanya menjalankan bisnis, Alhamdulillah, sekarang sudah Iebih baik dan Tianshi dikenal dari China,” kata Asiya.

Kondisi sekarang sudah berbeda, sudah ada tempat perternuan. ” Kantor perwakilan Tianshi di Hong Kong juga sudah bisa menerima kami. Polisi juga tidak lagi mengejar‑ngejar kami. Para member Tianshi di Hong Kong sudah Iebih enak dan Ieluasa dalam mengembangkan bisnis,” kata Asiya.

Asiya masih bolak‑balik Indonesia‑Hong Kong, sekitar empat sampai enam bulan sekali untuk membina jaringan yang ada di Hong Kong. Saat ini Asiya mengembangkan jaringan di Indonesia yang dibangun mulai dari keluarga dan saudara‑saudara TKW di Indonesia. ” Mereka harus bisa meningkatkan kondisi ekonomi keluarga,” kata Asiya.

Ingin Menjadii Majikan yang Baik

Impian saya menjadi TKW adalah ingin membangun rumah. Saya juga ingin punya mobil pick up seharga Rp.15 juta yang bisa digunakan untuk membawa hasil tani dari kebun. Keluarga kami memang berlatar belakang petani. Alhamdulillah hasil kerja di HongKong, saya sudah bisa menyekolahkan keponakan dan bisa memperbaiki rumah orangtua menjadi lebih bagus.

Selain itu ada impian yang muncul ketika menjadi TKW, saya ingin menjadi majikan. Makanya, ketika bekerja saya selalu memperhatikan bagaimana menjadi majikan yang baik Jika waktu itu saya melayani majikan, suatu saat nanti saya juga harus dilayani oleh orang lain.

Ketika menjadi TKW saya selalu ingin bekerja sebaik mungkin dan harus pandai mengambil hati majikan. Tetapi setiap melayani majikan, selalu terlintas bahwa saya ingin seperti bos saya. Jadi saya harus banyak belajar dari bos saya. Majikan perempuan saya lumayan baik dan mengatakan agar saya banyak belaiar dan tidak selamanya seperti ini.

Jadi selama menjadi TKW saya banyak belajar bagaimana jadi majikan termasuk ketika berbicara kepada tamu. Kebetulan majikan lelaki saya seorang dokter tradisional, apa yang dibicarakan saya dengarkan dan perhatikan dengan cara, saya berpura‑pura melakukan sesuatu di dekat mereka.

Walaupun Mercy sudah ditangan, saya belum merasa puas sebelum banyak jaringan saya yang mendapatkan reward Saya telah membuktikan bahwa perubahan derajat tidak hanya terjadi kepada orang‑orang yang berpendidikan tinggi seperti dokter, manajer, dan pengusaha.

Impian ke depan saya ingin lebih eksis lagi. Saya ingin lebih banyak lagi membantu orangorang, terutama yang masih dianggap lemah. Bagi yang berhasil harus semakin banyak berbagi, karena kebanyakan orang yang telah berhasil seringkali menjadi takabur.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers